Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang,Kamis 21 Agustus 2025.
Ratusan warga mengikuti karnaval yang menjadi puncak rangkaian lomba 17 Agustus yang telah digelar sejak awal bulan. Jalan utama desa dipenuhi penonton yang antusias menyambut peserta dengan tepuk tangan dan sorakan riang.
Karnaval resmi dimulai pada pukul 08.00 WIB dari Halaman Maqom Siti Chalimah sebagai titik start. Sejak Pagi, para peserta sudah berkumpul di halaman Maqom Siti Chalimah dengan mengenakan kostum dan perlengkapan atraksi masing-masing.
Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Desa, Munasri, arak-arakan bergerak menyusuri jalan utama dengan rute Sepanjang jalan Desa Tanjungan-Kebloran Kemudian Finish d Halaman TK/PAUD Desa Tanjungan. Iringan Drumband,Seni Barongan dan sound horeg mengiringi perjalanan para peserta hingga tiba di lokasi akhir sekitar pukul 10.00 WIB.
Setiap kelompok peserta menampilkan kreasi terbaik mereka. Ada yang mengenakan pakaian adat , ada pula yang tampil dengan kostum unik berbahan daur ulang.
Tak ketinggalan, beberapa kelompok menampilkan atribut kearfan lokal dan atribut anak sekolah. Suasana semakin meriah dengan sorak sorai penonton yang memadati sisi jalan.
Kepala Desa Tanjungan dalam sambutannya mengapresiasi antusiasme warga. “Kegiatan karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk kebersamaan serta wujud syukur kita atas perjuangan para pahlawan bangsa. Saya bangga melihat semangat gotong royong masyarakat dalam memeriahkan peringatan HUT ke-80 RI,” ujarnya.
Kreativitas warga benar-benar terlihat di sepanjang rute. Beberapa kelompok menampilkan joget horeg, ada pula rombongan tari tradisional yang membuat penonton terpesona. Kendaraan hias bertema kemerdekaan ikut meramaikan arak-arakan, menambah warna dalam karnaval yang berlangsung meriah ini.
Salah satu peserta karnaval, Sa’idatun Nuriyah, mengaku bangga bisa ikut serta. “ Selain memeriahkan HUT RI, kami juga ingin menunjukkan karya dan seni tari yang indah. Latihan kami lakukan hampir setiap malam agar tampil maksimal,” tuturnya.
Tidak hanya warga Desa Tanjungan, pengunjung dari desa tetangga pun turut hadir. Banyak yang sengaja datang lebih awal agar bisa menyaksikan jalannya karnaval dengan leluasa. Anak-anak tampak riang berlari di pinggir jalan, sementara orang tua menikmati penampilan sambil berfoto bersama keluarga.